Dea Lathifah

Aku terbangun dengan penuh kerinduan.

AKU, KAU DAN DUNIA MAYA

December 04 2012

Kau tidak perlu menuliskan namaku di bio twittermu, kau hanya perlu menuliskan namaku dalam doa-doamu pada Tuhan.
Kau tidak perlu memamerkan kemesraan kita berdua di timeline, cukup kita saja yang tahu seperti apa hubungan kita. Toh kita berdua yang menjalani.
Kau tidak perlu terlalu sering meng-sms-kan kata “aku sayang kamu” seakan itu rutinitas, kau cukup mengucapnya dengan tulus, meskipun jarang.
Kau tidak perlu memuji perbuatanku di statusmu, aku takut kau juga akan jadi orang yang memaki’ku di statusmu jika aku khilaf.
Kau tidak perlu kasar pada mereka yang mengagumimu via mention, aku takkan marah bila kau ramah. Aku senang kau memiliki pengagum dan masih bersamaku.
Kau tidak perlu cemburu jika aku membalas chat dari mereka. Mereka hanya tahu aku sebatas emoticon, kau yang tahu hati aku berada dimana.
Kau tidak perlu memberikan aku username dan password social media’mu, dasar dari hubungan kita itu rasa “percaya” kan? Bukan rasa “curiga”.
Kau tidak perlu menggerutu di wall dan timeline, apapun masalah kita, aku rasa penyelesaian terbaik adalah dengan diskusi, bukan mengumbar.
Kau tidak perlu memajang fotoku di profpic’mu, doaku bukan ingin fotoku terpampang di profpic’mu, tapi di buku nikah’mu kelak.
Aku tidak perlu puluhan ribu followers di twitter atau ratusan ribu fans di facebook. Aku hanya perlu kau tetap disini & berjuang bersamaku.

Bagaimana, setuju? :)

 

diambil dari blognya  yenirachmawati :)

Skinner menyatakan bahwa perubahan tingkah laku tergantung pada konsekuensi.

Konsekuensi yang menyenangkan itu penguatan, sedangkan konsekuensi yang tidak menyenangkan itu hukuman.

Konsekuensi yang menyenangkan itu menguatkan tingkah laku, sedangkan konsekuensi yang tidak menyenangkan itu melemahkan tingkah laku.

@TiaSetiawati: Kalau lelah istirahat saja, dan jangan menyerah. Ingatlah bahwa memulai dari nol jauh lebih sulit daripada melanjutkan yang sudah berproses.Post from @TiaSetiawati on Twitter (via Scope)

jadilah pantai tempat jiwaku merebah tanpa takut, bukan sungai yang dapat membawaku hanyut.

demi cinta, walau mungkin akan membuatmu terluka, tetaplah melangkah ke depan, karena cinta adalah perasaan yang menakjubkan.

- 
Setiap detik kenangan, suka duka, tak akan dapat terlupakan. Terima kasih telah memberikan banyak pelajaran yang berharga, yang berguna dikemudian hari untuk setiap masing-masing. Sebuah proses menuju kedewasaan. Keluarga baru.

Ketika kita saling mendoakan karena saling merindukan, semesta pasti turut tersenyum menyaksikan.

-karenapuisiituindah

Won’t say too much, just thank you enough to you. You are the reason that makes me happy for everyday, everyday.

Cintaku barangkali sempat berkurang, namun ia tak pernah menghilang. Maka cintai aku dengan benar, karena kutahu; kita masih sama2 belajar.

-Tia Setiawati